Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Investor Tahan Diri Menanti Rilis Data AS
Pergerakan nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (10/9) terpantau terkoreksi ke level Rp17.547 per dolar AS atau melemah 36 poin dibanding posisi sebelumnya pada Rp17.511 per dolar AS. Tekanan jual tipis ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang cenderung dinamis.
Analis pasar keuangan menyebutkan bahwa pelemahan tersebut utamanya didorong oleh sikap pelaku pasar yang berhati-hati sebelum mengambil langkah transaksi baru. Pasar saat ini tengah mengarahkan fokus penuh pada pengumuman data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
"Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung menunggu sebelum mengambil posisi baru," ujar pengamat pasar dari ICDX, Muhammad Amru Syifa, dalam keterangannya.
Selain faktor tunggu data luar negeri, penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tenaga tambahan bagi mata uang global tersebut. Kondisi ini membuat aset berisiko di kawasan berkembang mengalami penyesuaian sesaat.
Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia justru bergerak menguat ke level Rp17.536 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp17.552 per dolar AS.
Artikel Lainnya
Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 114,12 miliar untuk bidang perhubungan pada tahun 2027....
Pemerintah pusat menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal guna mendongkrak p...
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong komoditas bunga kasna asal Temukus, Karangasem, untuk n...
Presiden Prabowo Subianto resmi memulai megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu. Pergerak...