Minggu, 13 September 2026

Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis, Investor Tahan Diri Menanti Rilis Data AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis sebesar 36 poin atau 0,21 persen pada penutupan perdagangan Kamis. Koreksi ini terjadi akibat sikap hati-hati pelaku pasar yang memilih untuk menahan diri sambil menantikan rilis data indeks harga produsen di negeri Paman Sam.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (10/9) terpantau terkoreksi ke level Rp17.547 per dolar AS atau melemah 36 poin dibanding posisi sebelumnya pada Rp17.511 per dolar AS. Tekanan jual tipis ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang cenderung dinamis.

Analis pasar keuangan menyebutkan bahwa pelemahan tersebut utamanya didorong oleh sikap pelaku pasar yang berhati-hati sebelum mengambil langkah transaksi baru. Pasar saat ini tengah mengarahkan fokus penuh pada pengumuman data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

"Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung menunggu sebelum mengambil posisi baru," ujar pengamat pasar dari ICDX, Muhammad Amru Syifa, dalam keterangannya.

Selain faktor tunggu data luar negeri, penguatan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memberikan tenaga tambahan bagi mata uang global tersebut. Kondisi ini membuat aset berisiko di kawasan berkembang mengalami penyesuaian sesaat.

Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia justru bergerak menguat ke level Rp17.536 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp17.552 per dolar AS.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.