Sabtu, 5 September 2026

Rupiah Menguat Tajam Tembus Rp18.022, Minyak Dunia Jadi Penyelamat

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat signifikan pada perdagangan akhir pekan lalu. Pergerakan positif mata uang Garuda ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia serta meredanya tensi di kawasan Timur Tengah.

Mata uang rupiah menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu dengan mencatatkan penguatan sebesar 89 poin atau 0,49 persen ke level Rp18.022 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp18.111 per dolar AS.

Kenaikan nilai tukar ini utamanya dipengaruhi oleh tren penurunan harga minyak mentah global yang terjadi seiring mulai pulihnya aktivitas pelayaran di kawasan perairan strategis Timur Tengah setelah sempat terganggu konflik berkepanjangan.

"Selat tersebut yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman global minyak mentah dan gas alam cair telah menjadi pusat perhatian pasar minyak dunia," ujar analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya.

Selain faktor komoditas energi, pasar keuangan global turut merespons keputusan bank sentral Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai dengan proyeksi sebagian besar pelaku pasar sebelumnya.

Pada perdagangan penutup akhir pekan, volume transaksi di pasar spot menunjukkan peningkatan likuiditas seiring masuknya sejumlah aliran modal asing ke instrumen keuangan domestik.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.