Rupiah Menguat Tajam Tembus Rp18.022, Minyak Dunia Jadi Penyelamat
Mata uang rupiah menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu dengan mencatatkan penguatan sebesar 89 poin atau 0,49 persen ke level Rp18.022 per dolar AS dari posisi sebelumnya di angka Rp18.111 per dolar AS.
Kenaikan nilai tukar ini utamanya dipengaruhi oleh tren penurunan harga minyak mentah global yang terjadi seiring mulai pulihnya aktivitas pelayaran di kawasan perairan strategis Timur Tengah setelah sempat terganggu konflik berkepanjangan.
"Selat tersebut yang biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman global minyak mentah dan gas alam cair telah menjadi pusat perhatian pasar minyak dunia," ujar analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya.
Selain faktor komoditas energi, pasar keuangan global turut merespons keputusan bank sentral Amerika Serikat yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai dengan proyeksi sebagian besar pelaku pasar sebelumnya.
Pada perdagangan penutup akhir pekan, volume transaksi di pasar spot menunjukkan peningkatan likuiditas seiring masuknya sejumlah aliran modal asing ke instrumen keuangan domestik.
Artikel Lainnya
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong komoditas bunga kasna asal Temukus, Karangasem, untuk n...
Para pedagang bendera Merah Putih musiman mulai memadati area perkotaan Kabupaten Karangasem menjelang peringatan HUT ke...
Kementerian Koperasi memperkuat peran koperasi susu lokal dalam mendukung program MBG besutan Presiden Prabowo Subianto....
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali mendesak kejelasan terkait lokasi pasti proyek pembangunan Bandara Bali Uta...
Pameran Badung UMKM Week 2026 yang berlangsung selama sepekan di Kuta berhasil membukukan total transaksi penjualan sebe...