Sabtu, 5 September 2026

Merawat Kelestarian Alam Bali, Eko-Teologi Hindu Jadi Kunci Utama

Praktik pelestarian lingkungan hidup di Bali berpijak kuat pada nilai-nilai eko-teologi Hindu yang tercermin dalam tradisi Sad Kerti dan upacara Tumpek. Konsep spiritual ini memandang alam, hewan, dan tumbuhan sebagai sesama ciptaan yang harus dirawat demi menjaga keseimbangan ekosistem semesta.

Tradisi pelestarian lingkungan yang dijalankan masyarakat Bali melalui ritual Sad Kerti berakar dari filosofi eko-teologi Hindu yang mendalam. Pandangan ini menempatkan alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan entitas hidup yang selaras dengan eksistensi manusia.

Penyuluh Ahli Madya Agama Hindu Kemenag Provinsi Bali I Gusti Putu Suana menjelaskan bahwa perayaan Tumpek merepresentasikan wujud penghormatan konkret umat Hindu terhadap lingkungan sekitar. Alam dipandang sebagai saudara karena berasal dari sumber penciptaan Ilahi yang serupa.

Landasan keharmonisan tersebut ditegaskan dalam Teks Jawa Kuno Agastya Parwa serta ajaran Bhagawadgita III.10. Ayat suci itu menyebutkan bahwa manusia diciptakan bersamaan dengan Yadnya agar mampu memelihara alam secara berkelanjutan.

"Melalui Yadnya itulah manusia dapat memelihara alam dan alam akan menghidupi manusia," ujar Suana dalam dialog interaktif di Pro 4 RRI Denpasar.

Penerapan prinsip Sama Darsinah atau memandang segala makhluk secara setara turut menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Sikap saling menghargai ini efektif mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat merusak tatanan ekosistem.

Siklus Cakra Yadnya yang terjaga lewat pelaksanaan ritual tulus menjadi bukti nyata komitmen menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang. Harmoni antara manusia dan alam ini diwujudkan melalui laku spiritual yang berkesinambungan.

Koordinasi lintas instansi keagamaan dan adat di Bali terus digalakkan guna memperkuat implementasi nilai-nilai ekologis lokal tersebut. Program penyuluhan rutin dijadwalkan menyasar berbagai wilayah kabupaten sepanjang triwulan ketiga tahun ini.

Kementerian Agama mencatat adanya peningkatan partisipasi aktif kelompok pemuda desa adat dalam kegiatan penghijauan berbasis ritual keagamaan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.