Mandiri Secara Ekonomi, Cara Utama Lepas dari Jerat Kekerasan Rumah Tangga
Ketergantungan finansial yang tinggi sering kali menempatkan perempuan dalam posisi rentan terhadap ketimpangan relasi kuasa di dalam rumah tangga. Tanpa adanya sumber penghasilan sendiri, perempuan kerap kesulitan keluar dari tekanan maupun ancaman kekerasan.
Hal tersebut mengemuka dalam siaran Rahajeng Bali di Programa 4 RRI Denpasar, Kamis (11/9). Ketua Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK Bali, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, menyatakan bahwa kemandirian ekonomi menjadi kunci penting untuk mengikis dominasi pihak yang lebih kuat.
"Kemandirian ekonomi merupakan salah satu langkah krusial untuk mengikis dominasi pihak yang lebih kuat serta memutus siklus kekerasan di ranah domestik," ujar Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih dalam dialog interaktif tersebut.
Ia menambahkan, dorongan agar perempuan memiliki penghasilan mandiri sama sekali bukan bertujuan untuk menyaingi peran suami. Upaya ini difokuskan sebagai bentuk perlindungan diri guna membangun hubungan kemitraan yang setara.
Program pelatihan keterampilan serta akses permodalan usaha kecil kini terus digalakkan oleh berbagai lembaga pendamping. Penguatan sektor ekonomi ini diharapkan mampu menciptakan keharmonisan keluarga yang berpijak pada rasa saling menghormati.
Artikel Lainnya
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengantisipasi lonjakan penonton MotoGP Mandalika 2026 dengan mendorong maskapai...
Republik Arab Mesir merupakan negara transbenua yang membentang dari timur laut Afrika hingga Semenanjung Sinai di Asia ...
Presiden Prabowo Subianto mendapatkan sambutan meriah dari para pejabat KBRI New Delhi, diaspora, serta mahasiswa Indone...
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali sukses mengantongi pelindungan hak cipta untuk dua karya inovasi kearsipan mereka....
Wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menimbulkan korban j...