Minggu, 13 September 2026

Mandiri Secara Ekonomi, Cara Utama Lepas dari Jerat Kekerasan Rumah Tangga

Ketergantungan ekonomi kerap menjadi pemicu utama perempuan terjebak dalam ketimpangan relasi kuasa di ranah domestik. Kemandirian finansial dinilai sebagai langkah krusial untuk memperkuat posisi tawar sekaligus memutus rantai kekerasan dalam rumah tangga.

Ketergantungan finansial yang tinggi sering kali menempatkan perempuan dalam posisi rentan terhadap ketimpangan relasi kuasa di dalam rumah tangga. Tanpa adanya sumber penghasilan sendiri, perempuan kerap kesulitan keluar dari tekanan maupun ancaman kekerasan.

Hal tersebut mengemuka dalam siaran Rahajeng Bali di Programa 4 RRI Denpasar, Kamis (11/9). Ketua Divisi Pelayanan Hukum LBH APIK Bali, Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih, menyatakan bahwa kemandirian ekonomi menjadi kunci penting untuk mengikis dominasi pihak yang lebih kuat.

"Kemandirian ekonomi merupakan salah satu langkah krusial untuk mengikis dominasi pihak yang lebih kuat serta memutus siklus kekerasan di ranah domestik," ujar Gusti Ayu Agung Yuli Marhaeningsih dalam dialog interaktif tersebut.

Ia menambahkan, dorongan agar perempuan memiliki penghasilan mandiri sama sekali bukan bertujuan untuk menyaingi peran suami. Upaya ini difokuskan sebagai bentuk perlindungan diri guna membangun hubungan kemitraan yang setara.

Program pelatihan keterampilan serta akses permodalan usaha kecil kini terus digalakkan oleh berbagai lembaga pendamping. Penguatan sektor ekonomi ini diharapkan mampu menciptakan keharmonisan keluarga yang berpijak pada rasa saling menghormati.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.