Kapal Wisata Interniti Tenggelam di Perairan Satonda NTB, 30 Korban Selamat
Kecelakaan laut menimpa kapal wisata Interniti rute Lombok menuju Labuan Bajo di perairan Satonda, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/8/2026) dini hari. Seluruh penumpang beserta anak buah kapal (ABK) yang berjumlah 30 orang dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Peristiwa bermula saat kapal yang bertolak dari Labuhan Lombok sejak Jumat (31/7) terjebak cuaca buruk di perairan Tambora. Sempat berlindung beberapa saat, kapal kembali melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya mengalami kegagalan teknis fatal saat gelombang laut setinggi dua meter menerjang.
"Saat hendak kembali berlayar sekitar pukul 01.00 Wita, kapal mengalami gangguan pada sistem kemudi akibat kebocoran oil seal hidrolik dan kerusakan pompa penyedot air," kata Kasat Polairud Polres Bima Iptu Dedi Rizaldi dalam keterangannya.
Kebocoran tersebut memicu air laut masuk deras ke lambung kapal hingga mesin induk mati mendadak. Nahkoda yang kehilangan kendali langsung memancarkan sinyal darurat via radio sekitar pukul 03.00 Wita hingga akhirnya kapal wisata Lamima tiba untuk mengevakuasi seluruh korban ke Pantai Labuan Kananga.
Seluruh korban selanjutnya dievakuasi melalui jalur darat menuju Pelabuhan Calabai untuk menjalani pendataan manifest dan pemeriksaan medis intensif. Sementara itu, fisik kapal Interniti hingga kini tidak ditemukan dan diduga kuat telah karam penuh ke dasar laut perairan NTB.
Artikel Lainnya
Warga dihebohkan dengan penemuan sesosok pria tanpa nyawa di sebuah kamar penginapan kawasan Kupang Tengah, Kabupaten Ku...
Seorang wanita berstatus janda berinisial SR ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Desa Bolo, Kabupaten Bima, Nusa ...
I Kadek Bayu Swastika, pemuda asal Benoa, Bali, berhasil mengukir prestasi mengagumkan dengan menjadi salah satu dari 10...
Negosiasi Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan antara ASEAN dan Tiongkok memasuki babak baru setelah berlangsung s...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan gertakan akan menerjunkan unit pasukan khusus jika dirinya ditangk...