Sabtu, 5 September 2026

ASEAN dan Tiongkok Intensifkan Negosiasi CoC LCS, Ditargetkan Tuntas 2026

Negosiasi Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan antara ASEAN dan Tiongkok memasuki babak baru setelah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Kedua belah pihak bersepakat meningkatkan frekuensi pertemuan demi menuntaskan kesepakatan di bawah masa Keketuaan ASEAN Filipina pada 2026.

ASEAN dan Tiongkok sepakat mempercepat penyelesaian negosiasi Kode Etik atau Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan yang telah bergulir lebih dari dua dekade. Percepatan ini ditargetkan tuntas pada 2026 di bawah kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN.

Langkah krusial ini diwujudkan melalui komitmen kedua belah pihak untuk menambah frekuensi pertemuan диплоmatik. Upaya intensif tersebut diharapkan mampu menuntaskan poin-poin krusial yang selama ini mengganjal proses perundingan stabilitas kawasan.

"Keseriusan ini diwujudkan dengan mengintensifkan frekuensi pertemuan guna mempercepat penyelesaian negosiasi CoC LCS," ungkap sumber diplomatik terkait dinamika perundingan tersebut.

Filipina selaku pemegang Keketuaan ASEAN 2026 menilai dinamika geopolitik global, termasuk gejolak keamanan yang terjadi di Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor pendorong utama untuk menyegerakan hadirnya payung hukum yang mengikat di kawasan.

Kendati eskalasi global meningkat, proses perundingan dipastikan tetap berfokus pada negara-negara yang bersengketa tanpa melibatkan campur tangan pihak luar. CoC dirancang murni sebagai mekanisme internal antara ASEAN dan Tiongkok untuk menjaga perdamaian Laut Cina Selatan.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.