Ratusan Siswa Keracunan Massal di Lombok, Pemilik Dapur Sebut Korban Punya Sakit Maag
Sebanyak 352 pelajar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami gejala keracunan massal pada Jumat (11/9/2026). Insiden ini terjadi setelah para korban menyantap menu makanan bergizi yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
Khaerudin selaku Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling yang menaungi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu memberikan pembelaan atas insiden tersebut. Ia menduga sebagian anak jatuh sakit karena melewatkan sarapan di rumah dan memicu kambuhnya penyakit lambung saat makanan dibagikan.
"Kadang kala anak-anak di rumah nggak dikasih sarapan, akhirnya nanti sarapannya di dapur sekolah. Ketika sampai di dapur, siapa tahu ada yang mengalami sakit mag," ujar Khaerudin dalam rekaman video yang beredar, Senin (13/9/2026).
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nusa Tenggara Barat telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para siswa dan orang tua murid. Sementara itu, Satgas Program MBG NTB memastikan bahwa pihak penyedia makanan akan dijatuhi sanksi penangguhan operasional.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan setempat masih mengamankan sisa sampel makanan untuk diuji di laboratorium BPOM. Sisa satu orang siswa korban keracunan dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel Lainnya
Museum Subak mengenalkan kembali filosofi pertanian tradisional Bali melalui pemutaran film animasi berjudul Tenggala di...
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung mendapati puluhan data warga yang telah berpulang masih tercantum di dalam sistem...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi angin kencang yang melanda seluruh ...
Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama merilis jadwal resmi pelaksanaan ibadah salat wajib harian di wilayah ...
Umat Muslim di wilayah Denpasar dan sekitarnya memerlukan panduan waktu yang akurat untuk menjalankan kewajiban ibadah h...