Senin, 14 September 2026

Ratusan Siswa Keracunan Massal di Lombok, Pemilik Dapur Sebut Korban Punya Sakit Maag

Sebanyak 352 siswa di Batukliang, Lombok Tengah, mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu makanan bergizi. Menanggapi insiden tersebut, pemilik yayasan penyedia makanan berdalih para korban mungkin tidak sarapan di rumah dan memiliki riwayat sakit lambung.

Sebanyak 352 pelajar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami gejala keracunan massal pada Jumat (11/9/2026). Insiden ini terjadi setelah para korban menyantap menu makanan bergizi yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Khaerudin selaku Ketua Yayasan Budi Sain Mangkling yang menaungi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu memberikan pembelaan atas insiden tersebut. Ia menduga sebagian anak jatuh sakit karena melewatkan sarapan di rumah dan memicu kambuhnya penyakit lambung saat makanan dibagikan.

"Kadang kala anak-anak di rumah nggak dikasih sarapan, akhirnya nanti sarapannya di dapur sekolah. Ketika sampai di dapur, siapa tahu ada yang mengalami sakit mag," ujar Khaerudin dalam rekaman video yang beredar, Senin (13/9/2026).

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nusa Tenggara Barat telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para siswa dan orang tua murid. Sementara itu, Satgas Program MBG NTB memastikan bahwa pihak penyedia makanan akan dijatuhi sanksi penangguhan operasional.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan setempat masih mengamankan sisa sampel makanan untuk diuji di laboratorium BPOM. Sisa satu orang siswa korban keracunan dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.