Minggu, 13 September 2026

Pelayaran Kapal Wisata ke Pulau Komodo Ditutup Lagi, Ini Alasannya

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali menghentikan aktivitas pelayaran kapal wisata menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar. Kebijakan darurat ini diambil menyusul laporan prakiraan cuaca ekstrem dari BMKG.

Aktivitas pelayaran kapal wisata dengan tujuan Pulau Komodo dan Pulau Padar di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kembali dihentikan sementara pada 13-15 September 2026. Penutupan mendadak ini hanya berselang dua hari setelah jalur pelayaran dibuka kembali pascalarangan serupa pada awal pekan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengonfirmasi kebijakan pembatasan tersebut. Keputusan diambil berdasarkan analisis data maritim serta laporan peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Maritim Tenau.

"Ya, pelayaran kapal wisata tujuan Pulau Komodo dan Pulau Padar ditutup tanggal 13-15 September," ujar Stephanus saat memberikan keterangan pada Sabtu (12/9/2026).

Potensi ancaman angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan terbuka menjadi pertimbangan utama keselamatan pelayaran. KSOP secara resmi melarang penerbitan Surat Persetujuan Berlayar menuju zona perairan rawan tersebut.

Sebagai solusi alternatif, otoritas pelabuhan tetap memberikan izin pelayaran terbatas khusus dengan rute menuju Pulau Rinca yang letaknya lebih dekat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Seluruh nakhoda kapal diimbau untuk mematuhi maklumat keselamatan, memeriksa kelaiklautan armada, serta segera mencari lokasi berlindung apabila mendapati kondisi cuaca mendadak memburuk di tengah laut.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.