Sabtu, 5 September 2026

Bidik 20 Emas di PON Beladiri 2026, KONI Bali Gelar Tes Kebugaran Atlet

KONI Provinsi Bali menggelar tes kesehatan dan kebugaran bagi puluhan atlet beladiri di GOR Lila Bhuana, Denpasar. Langkah ini dilakukan demi mengunci posisi empat besar serta membidik 20 medali emas pada gelaran PON Beladiri 2026 di Sulawesi Utara.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali mematok target tinggi dengan mengincar minimal 20 medali emas serta menembus peringkat empat besar pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara. Sebagai langkah awal, sebanyak 71 atlet dikumpulkan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Minggu (2/8/2026) untuk menjalani tes kebugaran dan kesehatan.

Pengujian fisik bekerja sama dengan UPMI Bali ini menjadi tahap krusial sebelum atlet melangkah ke pemusatan latihan. Manajemen KONI Bali tak segan memcoret nama atlet jika hasil pemeriksaan medis maupun staminanya tidak memenuhi kualifikasi standar.

"Ini bukan sekadar tes administratif. Kalau kami anggap atlet tidak layak dari sisi kebugaran maupun kesehatan, atlet tersebut akan dieliminasi," tegas Sekretaris Umum KONI Bali I Ketut Jagrasunu di Denpasar.

Dari delapan cabang olahraga (cabor) yang awalnya disiapkan, cabor anggar resmi dicoret karena dinilai belum sanggup bersaing di level nasional. Sementara itu, atlet cabor Muaythai belum bisa mengikuti tes kebugaran lantaran masih berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jawa Barat.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka menjelaskan tolok ukur utama penilaian mengacu pada capaian prestasi Kejurnas 2025. Seleksi ketat beruntun ini dijadwalkan rampung sebelum kontingen definitif bertolak ke Sulawesi Utara pada Oktober 2026 mendatang.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.