Banjir Gelombang Penolakan, FIFA Resmi Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia
Wacana komersialisasi Piala Dunia lewat pendirian anak usaha FIFA Forward Enterprise (FFE) resmi ditutup rapat. Langkah ekstrem tersebut ditarik usai mendapat gelombang penolakan keras dari federasi sepak bola di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang melibatkan 211 negara anggota FIFA, mayoritas secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Hasil voting ini memaksa pucuk pimpinan federasi tertinggi sepak bola tersebut untuk mengurungkan niatnya.
"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan, yang tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," ungkap Presiden FIFA Gianni Infantino dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).
Penolakan paling tajam datang dari konfederasi besar seperti UEFA, AFC, hingga CONMEBOL. Mereka menilai penjualan saham dan hak komersial kepada investor swasta berpotensi merusak marwah sportivitas serta mencederai prinsip dasar FIFA sebagai organisasi nirlaba.
Sebelumnya, induk organisasi sepak bola dunia itu sempat beralasan bahwa suntikan dana dari investor FFE akan didistribusikan kembali ke seluruh negara anggota. Namun, argumen tersebut dinilai tidak relevan mengingat pendapatan dari turnamen empat tahunan itu sudah sangat fantastis.
Artikel Lainnya
Langkah Persija Jakarta di ajang Piala Presiden 2026 harus terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan tipis 1...
Legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, mendapat kritik pedas dari anak-anak sekolah dasar dalam konten kuis inter...
Persib Bandung memasuki musim 2025/26 dengan standar kreativitas baru melalui peluncuran jersey bertema City of Champion...
Timnas Indonesia berada di posisi krusial dan wajib meraih kemenangan atas Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF...
Kompetisi Liga Primer Inggris atau Premier League menyita perhatian jutaan pasang mata di berbagai belahan dunia, termas...