Sabtu, 5 September 2026

Banjir Gelombang Penolakan, FIFA Resmi Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia

Presiden FIFA Gianni Infantino resmi menghentikan rencana pembentukan anak perusahaan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sejatinya diproyeksikan untuk mengelola hak siar, tiket, hingga penjualan saham Piala Dunia ke pihak swasta. Keputusan ini diambil usai usulan tersebut memicu penolakan masif dan perpecahan di kalangan federasi sepak bola dunia.

Wacana komersialisasi Piala Dunia lewat pendirian anak usaha FIFA Forward Enterprise (FFE) resmi ditutup rapat. Langkah ekstrem tersebut ditarik usai mendapat gelombang penolakan keras dari federasi sepak bola di berbagai belahan dunia.

Berdasarkan hasil pemungutan suara yang melibatkan 211 negara anggota FIFA, mayoritas secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya. Hasil voting ini memaksa pucuk pimpinan federasi tertinggi sepak bola tersebut untuk mengurungkan niatnya.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan, yang tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," ungkap Presiden FIFA Gianni Infantino dalam keterangan resminya, Minggu (2/8/2026).

Penolakan paling tajam datang dari konfederasi besar seperti UEFA, AFC, hingga CONMEBOL. Mereka menilai penjualan saham dan hak komersial kepada investor swasta berpotensi merusak marwah sportivitas serta mencederai prinsip dasar FIFA sebagai organisasi nirlaba.

Sebelumnya, induk organisasi sepak bola dunia itu sempat beralasan bahwa suntikan dana dari investor FFE akan didistribusikan kembali ke seluruh negara anggota. Namun, argumen tersebut dinilai tidak relevan mengingat pendapatan dari turnamen empat tahunan itu sudah sangat fantastis.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.