Ratusan Kicau Mania Padati Jembrana Cup, Gunakan Teknologi Gantangan Elektrik Pertama di Bali
Ratusan kicau mania dari Bali, Lombok, hingga Pulau Jawa berkumpul di Lapangan Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Minggu (2/8), untuk mengikuti ajang Lomba Burung Berkicau Bupati Jembrana Cup ke-20 Tahun 2026. Kompetisi tingkat nasional yang diinisiasi oleh Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Jembrana ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian perayaan HUT ke-131 Kota Negara.
Ajang bergengsi ini mempertemukan para peserta dalam empat kategori utama, yaitu Murai Batu, Cucak Ijo, Cendet, dan Hwamei. Guna menjamin keadilan serta menjaga kualitas kompetisi, panitia penyelenggara mendatangkan juri profesional khusus dari luar daerah Bali.
"Konsepnya kita sebagai pelestari burung yang diwadahi PBI mengadakan lomba terhadap burung hasil penangkaran, dengan harapan selain menjaga kelestarian juga mampu meningkatkan perekonomian di Jembrana," ujar Ketua Panitia I Komang Suastra di lokasi kegiatan.
Daya tarik utama dalam turnamen edisi kali ini adalah penggunaan teknologi gantangan elektrik yang baru pertama kali diterapkan dalam kejuaraan burung berkicau di Bali. Sistem tutup otomatis tersebut dirancang agar seluruh sangkar naik dan turun secara serentak sehingga menutup celah kecurangan atau keterlambatan penggantungan.
Pemerintah Kabupaten Jembrana turut memberikan dukungan penuh dengan menyediakan dana pembinaan total senilai Rp 10 juta bagi para juara dari berbagai kategori kelas yang dilombakan.
Artikel Lainnya
Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mengkalkulasi kebutuhan ruang kelas baru sebagai persiapan menanggapi kebijakan peme...
Pura Puseh Desa Adat Batumadeg di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, hangus terbakar pada Kamis (3/9/2026...
Musim kemarau panjang memicu kekeringan ekstrem di berbagai wilayah Provinsi Bali. Sebanyak 529 keluarga di 15 desa yang...
Musim kemarau panjang kembali memukul warga Desa Pejukutan di Nusa Penida, Klungkung, Bali. Sebanyak 919 keluarga di lim...
Seorang wisatawan asal Polandia bernama Marcin Dawid ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Yeh Kuning, Kabupaten J...