Sabtu, 5 September 2026

Banten Dikepung Kekeringan Ekstrem, Status Darurat Bencana Dikaji

Pemerintah Provinsi Banten bersama BPBD tengah mengkaji peningkatan status kedaruratan guna menghadapi ancaman kemarau ekstrem yang meluas. Puncak musim kering diprediksi terjadi pada Agustus 2026, menyebabkan ratusan titik di Banten mengalami krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten bergerak cepat mengkaji peningkatan status siaga bencana menghadapi kemarau ekstrem. Langkah penanganan ini diambil menyusul kian meluasnya dampak krisis air bersih dan potensi kebakaran hutan serta lahan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi penetapan payung hukum penanganan bencana secara menyeluruh. Wilayah Banten kini menghadapi periode kemarau terpanjang dalam beberapa tahun terakhir akibat dampak fenomena El Nino.

"Ini kami harus rapat sebetulnya, untuk penentuan status peningkatan di Banten sebagai siaga bencana," kata Lutfi dalam keterangannya, Kamis (31/7/2026). Ia menyebut puncak musim kering diproyeksikan bakal berlangsung sepanjang Agustus.

Gubernur Banten Andra Soni mengonfirmasi sedikitnya 140 titik yang tersebar di empat kabupaten dan kota sudah melaporkan kondisi krisis air bersih parah. Hampir seluruh kawasan Banten masuk dalam pemetaan zona rawan kekeringan, dengan Kota Tangerang menjadi satu-satunya wilayah yang relatif aman lantaran ditopang pasokan PDAM yang stabil.

Selain ancaman kekeringan, fenomena kemarau panjang memicu lonjakan insiden kebakaran ilalang dan lahan perkebunan secara signifikan. Di wilayah Kabupaten Tangerang saja, BPBD sempat mencatat frekuensi kebakaran lahan mencapai 20 kali kejadian dalam sehari.

Redaksi Rafael Ribeiro
Redaksi Rafael Ribeiro
Tim redaksi Rafael Ribeiro News yang menyajikan berita terkini dan terpercaya dari berbagai bidang.
Redaksi Rafael Ribeiro adalah tim jurnalis profesional yang berdedikasi untuk menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya dari berbagai bidang. Tim redaksi bekerja dengan kode etik jurnalistik yang ketat dan selalu mengutamakan kepentingan publik dalam setiap pemberitaan.